SMALL TALKS: Move on dari patah hati

Monday, November 17, 2014

nggak niat gambar


Kayaknya ini melenceng dari beauty ya? Ah biar, disambung sambungin aja. Kalo bisa move on, kita bahagia, bahagia berarti sehat, sehat berarti cantik. Sekarang entah kenapa aku lagi pengen bahas soal MOVE ON dari yang namanya patah hati. 

no no no, aku nggak lagi patah hati. Hatiku memang sedikit terluka karena tugas akhir, tapi it's ok. Kehidupan tetap baik-baik saja, pencernaanpun lancar. Ini aku buat, karena ada seorang teman yang selalu bertanya gimana caranya move on.

Hmmm... kalo diinget-inget sih dulu aku alay banget waktu putus sama mantanku pas SMA. Ya wajar lah namanya juga remaja labil. Full of drama. I am the Queen. Kalo inget-inget astagaaaaaa malunyaaaa  pengen naroh muka ke kantong celana jeans. Saat itu, aku bener-bener merasakan pahit dan perihnya patah hati.

Semua ini gelap. Dunia ini membenciku. Semua orang membenciku. Tiada kasih lagi didunia ini. aku mati saja. Aku padamu. Aku akan selalu menghantuimu. dll dsb dst

TAPI

Setelah hampir 2 tahun galau, aku bisa move on. Move on yang bener-bener move on.
Sebenernya nggak harus segitu lama sih baru bisa move on, cuma aku baru menemukan sebab kenapa aku nggak bisa move on. Sebabnya adalah...

AKU NGGAK TERIMA.

Waktu aku putus, aku putusnya karena mantanku kecantol cewek lain. Nah sekarang wanita mana yang terima? Banyak alasan sebenernya yang bikin kita nggak terima waktu putus. Misalnya:
1. Diselingkuhin
2. Dia mau fokus belajar, tapi malah deket sama cewek lain
3. Nggak dapat restu orangtua
4. Dia terlalu sibuk
5. dll
6. dsb
7. dst

Baik kamu, atau dia yang memutuskan, alasan-alasan itu bikin hati ini nggak terima. Apalagi waktu putus itu dikasih embel-embel kayak "nanti kalo udah lulus kita pacaran lagi" , "nanti kita pasti bersatu lagi" , dll. Bullshit.

apa itu ha? Maunya apa coba? Biar kita tetap merasa kalo dia masih sayang sama kita? NO. Akal-akalan dia aja biar kita ga lupa sama dia, terus dia nggak kehilangan fans. Tapi dia malah kesana kemari sesuka hati sementara kita merana makan ati menangis seorang diri menanti dia kembali.

Well, ladies...

Sebenarnya kalau mau move on, hanya butuh
Memaafkan dan Ikhlas

Ya, kamu harus bisa memaafkan dia yang begitu sama kamu. Memaafkan semua hal nggak enak yang terjadi. Memaafkan dirimu sendiri yang mungkin bikin perkara dan akhirnya memicu pertikaian kemudian putus.

Dua hal itu memang susah, tapi bukan nggak mungkin untuk dilakukan. Kamu harus ikhlas/rela, kalau dia pergi. Jangan terpaku dengan janji-janji manis. Kalau memang dia MASIH sayang sama kamu, dia akan mempertahankan kamu kan? Dia nggak bakal ninggal kamu kan? dan pada kenyataannya NGGAK, dia lebih memilih hal lain dibanding kamu.
em hmmm... no, girls.

Kalo gara-gara kamu putusnya, ya sudah segeralah minta maaf. Kalo kalian nggak bisa kembali, ya maafkanlah kesalahan kalian sendiri. Dengan cara apa? Dengan cara berubah menjadi lebih baik. Tapi, pastikan kalau berubahnya ini untuk diri kalian sendiri. Bukan buat dia.

Cobalah buat ikhlas.. Ingetlah, Tuhan itu Maha Pembolak balik hati manusia.
Jangan membenci terlalu berlebihan
Oke, dia memang salah ninggalin kamu. Tapi apakah dengan membencinya, membuat hatimu lega? Nggak kan? Rasanya nggerundel seharian itu nggak enak kan? Kalau kamu nggak sanggup ketemu dia, ya sudah nggak usah ketemu. Tapi jangan membenci keterlaluan. Kamu udah benci dia, nanti pas dia sama orang lain kamunya kepo sambil nangis-nangis?

Kurang-kuranginlah itu dengerin lagu galau. Stalking timeline mantan juga kurang-kuranginlah. Lakukan hal-hal yang membuat dirimu senang. Misalnya pas dulu masih pacaran kamu nggak boleh jalan sama temen cowok padahal itu temen baikmu, waktu kamu masih pacaran sama dia kamu nggak ada waktu buat sekedar ngobrol-ngobrol sama temen-temenmu gara2 pulang kuliah langsung ditempelin, dll.

Balas dendamlah dengan cara yang elegan. Lakukan untuk dirimu sendiri. Misal kamu dibilang gendut sama dia, ya udah diet..olahraga..mempercantik diri... bukan buat dia. Buat dirimu sendiri. Rajin olahraga bikin badanmu sehat kan? Plus, siapatau ketemu mas-mas ganteng lagi jogging, lumayan buat semangat. Belajar yg rajin, kerja keras, buat menyenangkan dirimu sendiri.

Nah gitu sih yang aku lakukan
Aku memang sekarang nggak balikan lagi sama dia. Tapi aku senang. dan aku baik-baik aja sama si mantan itu. I mean, kalo disuruh ketemu diapun aku berani aja. Inget sesuatu tentang dia nggak bikin sakit hati. Biasa aja.

Semoga berhasil.

2 comments: