DIY Chocolate Sugar Scrub

Monday, February 23, 2015


Hai semuanya! 
Aku lagi terobsesi sama skincare dapur. Hahaha... bukan gimana-gimana tapi memang efektif sih :p Kali ini aku bakal share gimana caranya bikin Sugar Scrub yang lagi ngehits. Dan yang aku buat nggak pakai essential oil karena aku nggak punya (dan nggak tau beli dimana) jadi aku bikin Chocolate Sugar Scrub. 


Apa sih kegunaan chocolate sugar scrub ini?
- Mencegah penuaan dini 
- Mengangkat sel-sel kulit mati
- Mengangkat kotoran yang menyumbat pori
- Melindungi kulit dari sinar matahari, polusi
- Regenerasi kulit
- Mencegah jerawat, komedo, dan noda pada kulit lainnya
- Mengurangi kelebihan minyak pada kulit
- Meratakan warna kulit
- Menghaluskan kulit
- Mencerahkan
- dll

Berita bagusnya adalah, kalo selama ini DIY mask/scrub-ku bauya enak dan menggoda untuk dijilat tapi nggak bisa dijilat, yng ini aman kalau kejilat karena hey....siapa yang nggak tergoda bau manis coklat? Oh ya, sugar scrub ini bisa digunakan untuk badan, wajah, dan bibir. 



Alat dan Bahan:



Alat dan bahan yang harus disiapkan adalah:

6 sdm Gula
Aku pakai gula pasir biasa. Kalo kalian takut sakit waktu scrubbing, bisa diblender dulu gulanya terutama kalau kalian mau menggunakan buat scrub wajah. Tapi karena aku lebih suka yg kasar (masochist abis) dan aku ga berencana buat jadiin scrub wajah, jadi gulanya nggak aku blender. Tergantung selera masing2 sih

1/2 sdm Bubuk Coklat
Yang bener2 cocoa loh ya. sebenernya banyak sedikitnya coklat ini juag tergantung selera. Tapi 1/2 sdm aja udah nyuuuookklatt banget kok.

5 sdm coconut oil
Ini juga tergantung selera. Karena aku mau hasilnya creamy padat, aku pakai 5 sendok makan. Tapi kalo kalian lebih suka yang agak cair, tinggal ditambahi aja coconut oilnya :)

Wadah bersih & sendok
Untuk mencampur semua bahan. Mau di mangkok, panci, piring, terserah aja yang penting bersih dan bisa buat media mencampur semua bahan. Sendoknya juga bebas mau sendok plastik apa sendok marmer yang penting dia bisa ngaduk.

Toples kecil
Buat tempat scrub karena scrub ini bisa bertahan sampai 2 minggu. Jadi nggak sekali bikin buang. Boleh pakai wadah apa aja yang penting tertutup rapat. Mau pake tupperware, toples bekas bumbu dapur (itu yang aku pake) atau mason jar, biar lebih cakep. 




Cara membuat:


1. Masukkan gula ke  dalam wadah




2. Masukkan coconut oil

kalau kalian merasa takaranku terlalu pekat, bisa ditambahi coconut oilnya


3. Aduk rata



4. Masukkan bubuk coklat



5. Aduk rata lagi



Setelah itu masukkan ke toples, dan dihias kalo mau. Dikasih pita, di kasih label, terserah. Bebaskan kreativitasmu. 



SELESAI!

aku yakin kalian bisa hias lebih bagus dari aku -_-


Kalian tau baunya krim gula di biskuit Selamat? Nah scrub ini baunya sama persis. Dan aku jilat rasanya enak. Mmm... nggak bermaksud jilat sih, tapi aku scrubbing bibir terus gulanya masuk2 mulut :p

Gimana cara pakainya?
- Basahi dulu area yang mau di scrubbing
- oleskan produk, gosok pelan memutar
- diamkan beberapa menit (kalo ga sabar, ga usah didiamkan juga gapapa)
- bilas pakai air bersih (pake sabun juga boleh)


Pakai 1 minggu 2x
Karena keseringan scrubbing juga ga baik.

Tambahan:
Kalau kesusahan cari coconut oil, pakai olive oil boleh. Mau di mix dua duanya juga boleh kok!



Well, semoga kalian suka sama DIY ku kali ini, semoga bermanfaat dan selamat mecoba!
^^

[SMALL TALKS] When It doesn't work as expected

Wednesday, February 18, 2015


Ada kalanya, aku belanja banyak kosmetik buat di review. Tapi, ternyata nggak cocok dia aku. Entah dia bikin break out, atau apapun itu yang nggak sesuai dengan ekspektasiku, aku jadi ngambek dan nggak mau review. Pada akhirnya aku lihatin aja produk itu penuh kebencian, atau aku hibahkan ke orang lain.

Nggak berhasil di aku, bukan berarti nggak berhasil di orang lain kan? Secara tipe kulit dan selera orang berbeda-beda. Aku tauuuu... tapi tetep aja berat rasanya aku membagus-baguskan sesuatu yg nggak aku suka. Mending nggak usah nulis sekalian. Eh tapi itu kalo udah parah banget sih. Kalo misal masih ada bagusnya, aku masih mau nulis dan merekomendasikan untuk jenis kulit/selera orang lain.

Aku tau itu hal yang buruk, gara-gara nggak sesuai aku jadi ngambek. Soalnya itu yang bikin postinganku macet berminggu-minggu bahkan pernah sampai berbulan-bulan gara-gara aku breakout parah, terus produk-produk yg mau aku review pada nggak sesuai dengan ekspektasiku.
Huhuhu :'|

Mungkin ada yg ngebatin (mungkin lho ya, aku suudzon ini) kalo tiap produk yg aku review mesti aku puji-puji. Aku nggak muji sih sebenernya, cuma mereka berhasil di aku. dan aku senang. Atau nggak terlalu berhasil tapi hal lain di produk itu bikin aku senang misal tekstur, aroma, dll. Aku jujur kok kalo ngereview, beneran :')

Kalau kalian gimana? Kalo pas produk yang kalian coba nggak berhasil (yg udah parah banget ga ada bagus2nya di kalian) , kalian bakal ngambek kayak aku atau tetep ngereview? 

Pixy Nail Enamel R-02



Sebelumnya aku akan meminta maaf terlebih dahulu karena sudah meng-under estimate produk ini begitu lama... setiap liat ini di konternya aku cuma 'meh...' Cuma karena packagingnya yang menurutku "nggak nyambung" dan pilihan warnanya yang sedikit.  Never judge a book by it's cover benar-benar cuma sebuah statement buatku karena pada kenyataannya aku judge covernya duluan hahahaha *ketawa nista penuh dosa*

I've never been so wrong

Jadi, karena saking risihnya aku gara2 pemikiranku sendiri. Aku penasaran dan nyobain kutek ini. Aku beli di hypermart harganya IDR 16.000. Aku mikirnya, kalo misal memang kualitasnya sama kayak yg ada di pikiranku -sejenis kutek pokari stroberi- ya sudahlah pasrah.

Pilihan warnanya nggak tertalu banyak. Warna-warnanya warna "aman" kayak pink, merah, ungu, peach, ya sejenis itulah. Aku pilih warna yg deep red. Eh tapi namanya bukan deep red sih, aku sotoy aja ngasih-ngasih nama sendiri. Di botolnya ini seri R-02. 


Isinya 9ml, ukurannya kecil. Yaa kira-kira se botolnya pokari yg tutupnya bunder itu. Tapi kalo ini gagangnya panjang, jadi gampang buat digenggam. Sebenernya warna pink tutup botolnya cukup "mengganggu" buatku, Nggak nyambung menruutku :v Nyambung sih, kalo dijejerin sama produk2 lainnya soalnya kan warna brand pixy memang warna pink. Tapi sudahlah nggak apa.

Di kemasannya tertulis semua informasi produk mulai nama, nomor seri, komposisi, berat, manufacture, dan cara pakai. Di sana tertulis "kocok dahulu" tapi aku nggak ngocok. I like to live dangerously :))

Kuasnya kayak kuas revlon nail enamel, cuma pegangannya lebih kecil dan ramping aja. Daaan... ternyata dia nggak sheer kayak yang kutakutkan sebelumnya. Malah kualitasnya sama kayak Revlon, dan Maybelline Color Show. Aku udah nyobain 2  kuteks itu dengan warna yang sama. Teksturnya  nggak terlalu cair dan nggak terlalu kental, sekali oles langsung menutup kuku, bener-bener hasilnya sama kayak Revlon sama Maybelline. Cuma kalo Revlon keringnya agak lama, kalo Pixy ini sama kayak Maybelline keringnya cepet.

SUCH WOW!


Daya tahannya bagus-bagus aja sih... tergantung aktivitas dan keberingasan kamu juga. Kalo aku nggak pernah awet pake kutek lebih dari 3 hari. Soalnya aku suka beraktivitas extreme kayak garuk-garuk. Paling cuil dikit. Soal aroma, ya aroma kutek ya gitu itulah.. aku nggak suka baunya sih. tapi kalo udah dipake ilang kok baunya. 

Intinya, produk ini lumayan bagus dengan harga terjangkau dan maaf sempat aku underestimate, kualitasnya sama kayak merek-merek lainnya yang lebih mahal 2x lipat harganya.
Semoga Pixy mau ngeluarin warna yang lebih banyak lagi.


Kesimpulan

Pros:
(+) Murah!!
(+) Mudah diaplikasikan
(+) Tesktur pas
(+) Langsung menutup kuku 1x oles
(+) cepat kering

Cons:
(-) aroma
(-) packaging?

Harga:
IDR 16.000.-