How To Make Fake Whitening Products Testimonial

Monday, February 29, 2016

Weh, jangan ditawur dulu. Aku bakal jelasin kenapa aku bikin ini dan segala resiko yang akan terjadi setelah aku publish post ini. Ijinkan aku menjelaskan, dan bacalah dengan seksama ya. Sing tenang, ojok goyang.

Kalian sering menjumpai produk-produk lotion/lulur/toner whitening online shop yang menjanjikan PUTIH PERMANEN dalam 1x pemakaian? Dibayangin aja udah nggak mungkin kan? Kecuali kamu luluran pake rinso, pake toner bayclin, terus pake lotion Cif cream. Dah, itu kamu mulus putih kinclong glowing bonus bebas kuman.

Eh tapi jangan dipraktekin ding, bahaya.

Nah, biasanya mereka ini memasukkan foto before after sebagai testimonial. Yang tangan satunya putih (setelah pakai produk tersebut), tangan satunya lagi hitam legam kayak kaki meja.

Jadi gini lo tak bilangin:
  1. Untuk membuat kulit jadi setingkat lebih putih aja butuh waktu yang lumayan lama. Perlu sunblock, pake lotion pencerah, luluran, nggak terpapar sinar matahari langsung, jaketan, payungan, helm-an, mobilan, mobilan sambil helm-an. Itupun cuma lebih CERAH, nggak putih. Lah ini sekali pemakaian langsung putih permanen dan putihnya langsung 10 tingkat lebih putih dari kulit aslinya. Bok, kayak panu.
  2. Kalaupun itu dipakai beberapa hari/minggu/bulan, tak tanyain deh. Kamu mau nggak pake produk pemutih di 1 tangan doang sedangkan tangan lainnya nggak? Orang punggung tangan sama lengan beda dikit aja kamu panik nyembunyiin to? Jadi, mungkin nggak?

"Tapi mbak, produk A itu legal ada BPOM nya dan ada iklan di TV juga."
Nggak cuma produk abal-abal, tapi beberapa produk yang legal pun sellernya berlebihan dengan menyertakan foto before after yang jelas nggak mungkin itu. Nah, disini aku mau nunjukin gimana kamu bisa ditipu dengan testimonial before after itu. 

Baiklah kita langsung mulai aja deh.

Kanan putih, kiri merintih
Ini tadi yang kubilang satu putih satunya kayak kaki meja 


Maafkan watermarknya nggak nyantai. Supaya nggak disalahgunakan oknum wkwk. Begayaan.

Untuk trik ini, kamu perlu menyiapkan:
  • Tangan atau kaki, boleh milik sendiri atau orang lain, tapi pastikan dia setuju. Setuju menjalin hubungan lebih serius. Ea. 
  • Foundation yang shadenya jauh lebih terang dari shade yang seharusnya. Kalau aku nyampurin 2 warna foundation biar hasilnya nggak terlalu fake.
  • Air, seberapa aja sembarang. Air bersih loh ya. Jangan airmata.

 

Caranya:
  • Bersihkan dulu salah satu tangan/kaki yang diinginkan
  • Oleskan foundation di salah satu tangan/kaki yang diinginkan
  • Blend sampai ke tingkat putih yang diinginkan
  • Supaya hasilnya lebih natural, percikkan/celupkan/siram tangan atau kaki yang diinginkan dengan air.
  • Kemudian gosok gosok sampai merata.
  • Horeeee........ siap difoto dan dijadikan testimonial.

Kalau kamu terlalu malas untuk melakukan cara yang di atas, ada cara lain dong yang lebih simple. Ini yang kamu butuhkan.
  • Tangan/kaki dari 2 orang yang berbeda warna kulit tapi dengan ukuran tangan/kaki yang sama atau hampir sama. 
Caranya:
  • Ya udah sih kamu tinggal foto aja. Tangan yang satunya punya si A, satunya si B. Di jejerin. 
  • Biar gampang dan terlihat real, mending si A pakai tangan kirinya, dan si B pakai tangan kanannya. 
  • Hore..... jadi deh kayak tangan 1 orang.

Fake Chat Testimonial



Yaelah inimah gampang. Siapa bilang chat nggak mungkin fake? Tuh coba lihat postnya mbak arum, ada yang chat testimonial pake muka mbak arum padahal bukan dia.

Gini caranya:
  • Fitur chat apapun. Boleh Line, BBM, whatsapp, dll.
  • Pakai 2 akun yang berbeda. Kalau kamu punya 2 handphone, tambah enak. Atau kamu pinjem aja punya teman/pacar/sodara. Aku pinjam punya ibuku.
  • Kirimkan foto dan testimonial ala-ala konsumen puas ke akunmu, dan balaslah yang ramah sesuka hatimu sebagai seller yang baik.
  • Sensor nama dan foto pengirim demi privasi.
  • Screen capture
  • Kasih watermark biar nggak dicolong online shop lain.
  • Post di website/instagram/jadikan DP BBM




Gimana sis? Sudah mulai merasa miris? 

Aku nggak bilang kalau SEMUA testimonial itu menipu ya. Cuma jangan terlalu percaya sama yang namanya testimonial. Testimonial bentuk chat aja bisa direkayasa kok. Apalagi cuma foto beginian doang. 

Yang jelas, kita harus pintar memilih produk yang aman, yang legal, yang bisa dimintai pertanggungjawabannya kalau kita mengalami reaksi negatif di kulit kita. Pastikan kalau produk yang kamu beli sudah terdaftar di BPOM dan kamu beneran cek di websitenya http://cekbpom.pom.go.id/ apakah produk tersebut betul-betul terdaftar.

BACA JUGA:
[SMALL TALKS]Makeup Replika
http://beautydoodle.blogspot.co.id/2015/10/small-talks-makeup-replika.html

Oh ya, ini cuma untuk mengedukasi aja ya. Aku harap dengan adanya post ini nggak dijadikan inspirasi untuk menipu konsumen. Aku percaya kok teman-teman disini semuanya nggak ada yang punya niat buruk.

Kan kita udah chantiiiiqqqqqq ~ Nggak perlu pake pemutih-pemutih instan biar cantik. Ngomong-ngomong soal instan, beberapa hari yang lalu aku masuk UGD gara-gara kebanyakan makan mi instan -_- Tapi udah nggak apa-apa kok.

Gaya Spa Surabaya

Thursday, February 25, 2016

Pertama-tama, aku mau mau minta maaf karena jarang ngepost. Well, aku kesenengan main Youtube dan aku juga lagi lumayan repot semingguan ini. Hehehe... jangan marah yak.

Sekitar seminggu yang lalu, aku mampir ke Gaya Spa karena hari itu mereka soft opening. Seriusan pas hari itu aku datang, tempat ini baru beroperasi. Gaya Spa ini sebelumnya ada di Jakarta. Kamu bisa googling deh cari reviewnya dari blogger yang di Jakarta ^^

Jujur aja aku rada bingung, karena setauku di sekitar Galaxy Mall itu sehari sebelum aku dapat undangan openingnya, nggak ada tanda-tanda ada spa baru buka (aku lumayan sering lewat situ). Eh ternyata, Gaya Spa ini satu bangunan sama Witjaja Asthma Center. 


Waktu aku datang, aku langsung nyelonong aja masuk ke dalam. Pede banget padahal sendirian haha. Aku langsung ke resepsionis yang di lantai dasar, dan aku bilang kalau mau ke Gaya Spa. Aku dipersilahkan duduk sebentar, terus aku disambut ramah oleh seorang dari Gaya Spa (aku lupa nanya namanya).

Kamipun naik lift. Ternyata Gaya Spa ini ada di lantai 3.

Sampai di atas, aku disambut sama PR dari Gaya Spa, dan beliau menjelaskan info mengenai Gaya Spa. Yang unik dari Gaya Spa ini adalah mereka menyediakan SEMUA jenis traditional spa di Indonesia. Mulai dari Betawi sampai Bugis, semua ada.


Hari itu aku nyobain Chocolate Body Scrub (kalo nggak salah kata therapistnya sih masuk Bali Scrub)

Kemudian hal menyebalkan terjadi. Yaituuuuuu... camdigku mendadak memory cardnya error!! Akhirnya aku terpaksa foto pakai kamera HP. Maafkan ya kalau kualitasnya gambar gambar setelah ini lumayan fana.

Oke lanjut.

Jadi setelah bincang bincang hore, aku masuk ke dalam ruangan treatment-nya. Ruangannya nggak terlalu besar, tapi bersih & rapi. 


Guling kecil dipojokan kasur itu fungsinya buat mengganjal kaki kok. 

Dan di dalam ruangan ini juga ada showernya. Jadi kita nggak perlu keluar ruangan buat membilas badan setelah treatment.


Setelah itu, aku diminta untuk mengganti pakaianku dengan kimono yang sudah disediakan. Oh ya, juga disediakan disposable panties supaya panties yg kita pakai nggak kotor dan shower cap supaya rambut nggak kena scrub.


Sementara kita ganti baju, therapistnya menunggu di luar dan kalau sudah selesai ganti baju, kita bisa membunyikan lonceng.

alisnya biasa aja keles.


Yang pertama dilakukan adalah merendam kaki dengan air hangat & essential oil lalu dipijat ringan untuk melancarkan peredaran darah.


Setelah itu aku tiduran di atas kasur. Kaki, tangan, dan pundakku dikompres pakai handuk hangat. Aku lupa tanya kenapa. Mungkin sih, mungkin lho ini. Supaya pori-pori lebih terbuka. Does it makes any sense? Maybe.

Tapi setelah baca postnya ce Mindy, ternyata tebakanku benar. hehe..


Kata theraphistnya, scrub coklat ini banyak yang suka. Karena wanginya enak dan bikin kulit halus. Aku setuju sih. Aku suka wanginya, dan kalau biasanya scrub itu lumayan kasar, scrub yang dipakai disini nggak bikin kulit sakit dan lecet.

Pijatannya juga nyaman banget....

maaf bu, saya lumayan nganu



Begitu selesai scrub, kita bisa pilih mau langsung mandi (bilas pakai shower yang di dalam ruangan) atau di lap aja pakai handuk basah. Aku milih langsung bilas sendiri aja pakai shower.

Beneran loh, habis scrub rasanya badan relax dan bahagia. Kulitku jadi terasa halus. Lenganku sebelum treatment itu kulitnya lagi kering parah karena lotion andalanku lagi habis. Setelah treatment, langsung halus dan lembab. Horeeee...

Risih nggak sih being naked dan dipijat orang lain? Kadang orang malas ke tempat spa karena malu. Aku pribadi sih nggak terlalu risih buat ter-expose di depan therapist atau dokter, tapi untuk sebagian orang pasti merasa risih. Tapi disini tuh bener-bener menghargai privasi. Seperti therapist menunggu diluar selama ganti baju, dan waktu bantu copot kimono buat treatment bener-bener hati-hati banget biar nggak "ter-expose"

Cuma rasanya, kayaknya lebih enak lagi kalau setelah treatment minum teh/jahe hangat ehehehe *ngelunjak* Ya kali-kali ajaaa... Soalnya di beberapa spa yg pernah aku datangi, selalu disediakan minuman hangat. Masukan ini mah.

Ayo dong, yang di Surabaya cobain juga Gaya Spa. Nyaman dah, seriusan. Kalo udah, ntar ceritain juga yak.






Maybelline The Nudes Eyeshadow

Monday, February 15, 2016

Aku ceritain ya. Rada mellow dikit nggak apa-apa kan? Akhir-akhir ini aku susah tidur. Bukan gara-gara mikirin abang, tapi gara-gara utang. Utang tanggungjawab terhadap orangtua. Kapan lulus? Aaaa bukan aku nggak rajin, tapi aku apes. 

Ya gitu deh. Kalau ketemu aku nanti aku ceritain kisah sendu perkuliahan. Sekarang aku mau ngomongin eyeshadow aja yang belinya juga aku pikirin sampe pengen salim sama BA-nya.

Setiap lewat konternya Maybelline, aku selalu ngelirik palette ini. Beberapa kali aku nanyain, sampe akhirnya aku beli karena kepikiran. Aku memang bukan tipe yang sekali lihat langsung beli. Jadi kalo aku ngelihat suatu produk yang menarik, harus aku tinggal dulu. Terus aku pikirin sampe galau, baru beli.



Palette ini terdiri dari 12 warna eyeshadow dengan range warna coklat. Packagingnya terbuat dari plastik hitam, dengan bagian depan yang transparan jadi semua warnanya kelihatan. Termasuk masa depan. Nggak ding, kalo itu buram *cry*

Palette ini dibandrol dengan harga IDR 150.000

Jujur aja aku ini selalu "main aman" kalau beli eyeshadow. Entah sudah berapa eyeshadow warna-warna coklat yang aku punya. Aku memang lebih condong ke "bakal dipakai dalam kehidupan bermasyarakat beneran apa nggak ya?" kalau beli makeup. 



Di dalamnya juga sudah include dual sponge aplicator. Tapi ya gitu, jangan berharap banyak lah sama aplikatornya. Soalnya aku sendiri juga lebih suka aplikasikan pakai brush lain, atau pakai jari daripada pakai aplikatornya. 

Tapi jangan dibuang. Lumayan berguna kalau kamu nggak punya atau nggak bawa eyeshadow brush.


Sayangnya, palette ini nggak dilengkapi dengan cermin. Entahlah, bahkan blush on mustika ratu aja ada cerminnya meskipun kecil tapi menurutku tetap berguna disaat darurat. 


Swatch di atas ini aku nggak pakai eye primer. Jadi pure asli habis nyolek langsung coretin di tangan. Just so you know, palette ini semua warnanya shimmer. Nggak ada yang matte. jadi meskipun di palettenya terlihat matte, ternyata waktu di swatch itu ada shimmernya meskipun lebih halus.

Warna yang paling susah keluar menurutku yang kiri atas, sama kanan bawah (hitam). Kalau kamu berharap warna hitamnya bakal pekat & matte, ohhh anda salah alamat. Hitam yang disini agak susah keluar warnanya, dan bershimmer halus. Bahkan sama warna darkbrown di atasnya, lebih cereng atasnya.

Warna yang paling aku suka itu yang baris atas nomor 4. Selain pigmented banget, warnanya emang bikin cinta pada pandangan pertama. Seriusan pertamakali ngeswatch di konter, yang aku colek warna ini duluan.


Oh ya, dibagian belakang palette ini dilengkapi dengan tips penggunaan/memadukan warna eyeshadow. Jadi buat kamu yang kebingungan memadukan warna eyeshadow, bisa langsung nyontek aja. 

Menurutku eyeshadow palette ini worth to buy kok. Udah all-in. Bisa create look yang nude sampai smokey dengan warna-warna yang ada di dalam palette ini. Selain itu ukurannya juga menurutku travel friendly karena bisa masuk ke dalam pouch makeupku. Dan kehidupanku.

Dibilang suka suka banget ya enggak. Lumayanlah.


Ada yang penasaran nggak kenapa aku jarang foto se muka kalau review sesuatu yang berkenaan dengan mata? Nggak ada ya? Hasshh... *banting sandal*

Ya udah sih kali-kali aja penasaran sama complete look-nya, bisa nonton videoku yang ini:



Wardah Long Lasting Lipstick 10 : Stylish Mocca

Tuesday, February 2, 2016

Follow my blog with Bloglovin

Aku tuh beli lipen ini sebenernya gara-gara ada request one brand makeup tutorial buat Youtube Channelku (plis subscribe lol) Dan requestnya pakai brand Wardah. Coming soon ya videonya. 

Karena aku udah coba lipstick wardah yang seri exclusive & matte yang berakhir aku nggak suka, maka pilihan terakhir adalah seri lipstick long lasting ini soalnya aku belum pernah nyoba.


Beli wardah dimana khaaakk??
Dimana-mana ada sih. Kayaknya hampir di semua supermarket dan toko kosmetik pasti ada produk Wardah deh. Tapi kalo aku ini belinya di hypermart. Harganya IDR 46.000

Ini lipstick harganya yang paling mahal diantara seri lipstick wardah yang lainnya. Karena itu, aku lumayan berharap lipstick ini formulanya jauh lebih baik daripada yang lainnya.


Packagingnya seriusan aku suka. Tabungnya warna silver. Ramping, panjang, ringan banget. Banyak yang bilang kalau packagingnya ini rapuh dan bullet-nya rawan patah bahkan pas baru pertama dibuka.

Untungnya yang aku dapat nggak cacat. Bulletnya masih strong, nggak copot dari tube-nya. 


Aku pilih yang nomor 10 : Stylish Mocca. Seriusan aku cuma sekali swatch doang di tangan, dan aku langsung memutuskan buat beli tanpa membandingkan sama warna yang lain. I'll tell you why.

Aku tuh kemarin penasaran sama warnanya Ofra Kathleen Light Miami Fever karena meskipun orange tapi kayaknya bagus di semua skintone. Rasa penasaran udah terbayar karena nyobain punya temenku. Warnanya bagus kok, di aku juga cocok. Tapi aku jadi nyari yang warnanya orange ala Miami Fever tapi lebih gelap & agak merah.

Nah, lipstik wardah nomor 10 ini di bullet-nya warnanya memang terlihat merah gelap kecoklatan. Tapi begitu di swatch di tangan, warnanya memang merah bata, tapi lebih ke orange. Sama persis kayak warna lipstik yang lagi aku cari-cari! OMG!

Makanya sejak pertama swatch aku langsung deg deg serrr pokoknya harus beli, kalo enggak aku bakal sawanen.


Lipstik ini finishingnya matte. Entahlah, meskipun banyak yang bilang kalau lipstik ini seret waktu diaplikasikan, tapi menurutku nggak kok. Mungkin karena memang aku suka lipstik matte? Jadi biasa aja gitu waktu aplikasikan lipstik di bibir.



Daya tahannya di aku lumayan kok. Aku pakai dari jam 9 pagi sampe jam 1 siang, masih nempel cantik. Aku pakai makan, juga masih sisa sekitar 75% dan nggak bikin bibirku kering/ngelupas. Lipstik ini nggak transferproof ya, karena aku pakai minum nempel di sedotan meskipun sedikit banget nempelnya.

Seriusan ini lipstik wardah yang paling aku suka. Aku suka banget mulai dari warnanya, teksturnya, finishingnya. Mungkin aku bakal beli warna yang lainnya juga.


Kesimpulan
  • Packaging cantik & ramping
  • Matte Finish
  • Nggak bikin kering
  • Nggak transferproof
  • Daya tahan lebih dari 4 jam

Harga
+/- IDR 45.000


Oh ya, lipstik ini juga aku pakai di hari ke 3 daily vlog-ku. Kali-kali aja mau liat warna aslinya ;) Subscribe juga ya!