Hidupmu Drama Banget!

Saturday, May 7, 2016

Aku tuh bikin sesi Small Talks buat selip selipan curhat sih sebenernya. Tapi aku perhatikan ternyata aku ngebahas hal-hal yang nggak jauh dari kosmetik juga ya? Hari ini aku pengen melenceng jauh dari soal beauty. Beneran pure pengen curhat dah.

Ini bakal panjang banget, jadi mohon dibaca sambil shantay~

hidupmu drama banget

Mungkin kalau kamu kenal aku di dunia nyata tapi nggak begitu akrab sama aku (cuma kenal aja atau cuma sekelas aja) kamu pasti nganggap aku pendiam. Kalau kamu kenal aku di dunia nyata dan akrab sama aku, kamu bilang aku agak sarap. Kalau kamu kenal aku di dunia maya, kamu mungkin menganggap aku sarkas atau apa deh sebutin di kolom komentar :))

Semuanya itu aku. Nggak ada sisi aku yang A atau B. Semuanya aku, aku nggak dengan sengaja berperilaku berbeda. Kayaknya itu hal yang wajar kalau kita berperilaku berbeda tergantung taraf kenyamanan.

Taraf kenyamanan tertinggi buatku itu blog ini dan pacarku. Aku bisa bener-bener all out lah kalo udah nulis di blog dan ngobrol sama pacarku. Mungkin di blog aku masih nge filter dikitlah karena dibaca khalayak ramai, sedangkan kalau cerita sama pacar sama sekali nggak ada filter. 100% honest

Aku pernah mencoba cerita yang jujur soal aku ke salah satu temanku. Dan reaksi dia adalah: "Ah masa sih? Hidupmu drama banget!"

And I was like.... oooookay.......... Sampai sekarang pun dia masih bilang aku drama queen, cewek paling drama, dst.

Well, mungkin buat sebagian orang (atau banyak?) aku ini drama banget. Aku nggak menyalahkan dia juga, karena memang ketakutanku itu banyak banget dan aku bener-bener stress akan hal ini. Kalau aku bilang aku lagi stress, aku beneran stress yang aku butuh istirahat dari kehidupanku, menenangkan diri, sampai aku bisa melakukan aktivitas seperti biasa lagi.



source: write-out-loud.com

I have a huge fear of public speaking

Kalau kamu ada yang follow aku di snapchat, aku pernah bilang kalau aku takut banget sama public speaking dan aku stress luar biasa. Inilah kenapa aku susah bersosialisasi, aku susah ngomong dalam forum. Aku takut setiap perhatian orang-orang tertuju ke aku. 

Aku lebih prefer ngobrol 1 on 1 atau ngobrol bertiga atau berempat. Bahkan sama teman-teman akrabku pun, aku kadang masih shaking kalau ngobrol ramean. Padahal kita udah 12 tahun temenan.

Kalau aku boleh jujur, setiap habis blogger gathering dan pesertanya banyak banget, pulangnya aku stress. Aku bener-bener berusaha buat ngobrol sama semuanya (dan semuanya baik banget ya ampun I love you all!). Sejujurnya aku takut setengah mati, aku deg degan parah.  Aku takut di cuekin, tapi aku juga takut pas semua pada dengerin aku ngomong. Serba salah nggak sih? 

Tapi aku berusaha banget buat mengendalikan diri dengan kesana kemari, atau ngapain lah yang bisa mengalihkan ketakutanku. That's why aku random.

Waktu sidang tugas akhir, aku parah banget shaking & blanknya. Untungnya aku punya dosen pembimbing yang baik banget dan ngebantu aku banget buat berusaha ngomong meskipun jadinya diulang-ulang dan bikin kesel dosen penguji :'

Sampai perkara chatting pun, aku lebih prefer personal chat daripada group chat apalagi yang membernya ratusan dan sahut-sahutan. Asli dah aku nggak akan pernah muncul disana, cuma nyimak doang. Tapi untuk grup chat yang isinya nggak terlalu banyak, aku masih bisa (berusaha) berinteraksi.




source: seputarhargaterkini.com

I have a huge fear of waterboom

Terutama seluncurannya.

Kalau ini sangat beralasan. Aku trauma sama seluncuran waterboom. Waktu kelas 3 SMP, aku pernah jadi korban sexual harassment pas aku lagi naik seluncuran di waterboom sama sepupu sepupuku.

Kita seluncuran ramean, tapi aku yang paling belakang. Nah tiba-tiba ada mas-mas yang ikut di belakang dan nempelin aku. Dia bekep mulutku, dan dia remas-remas dadaku sampai kita turun di bawah,setelah itu dia hilang. Nggak hilang sih, dia langsung nyelam ke kolam dan renang entah kemana.

Aku shock parah sampe cuma bisa nangis. Aku nggak tau mukanya gimana karena dia dari belakang dan aku di bekep kan, jadi nggak bisa noleh. Pas sampai bawah aku langsung lemes mau pingsan dan aku nggak bisa ngomong sampai sepupu-sepupuku udah give up nanya aku kenapa. Sampai sekarang aku nggak tau orang itu siapa. Kalau aku tau, ya udah kelar idup lo.

Makanya aku bener-bener takut sama waterboom. Aku pernah berusaha naik setelah berdebat panjang sama pacarku yang bilang aku nggak asik karena nggak mau naik waterboom (aku belum ngasih tau alasannya), hasilnya adalah... aku histeris gemeteran sampe lemes



enxiety disorder

Aku selalu memikirkan sesuatu secara berlebihan

Aku nggak bisa nyantai. Aku selalu memikirkan kemungkinan terburuk dulu sebelum memikirkan kebaikan. Dan aku bakal stuck di keburukan itu. Aku stress habis-habisan padahal belum tentu hal tersebut berjalan seperti yang aku pikirkan.

Misal, aku mau bimbingan sedangkan progressku masih sedikit karena orang rumah lagi butuh bantuan jadi aku nggak sempat mengerjakan atau lagi nggak ada ide. Aku bakal memikirkan dosenku bakal marah bakal gini gitu. Yang berakibat aku stress, sakit, dan nggak jadi bimbingan. Begitu aku udah mulai tenang dan aku bimbingan, dosenku biasa aja. Aku nggak dimarahi atau diapakan yang kayak aku pikirkan.

Tapi itu terus berulang. Selalu begitu. Nggak cuma soal bimbingan. But pretty much about everything. Bahkan untuk sesuatu yang seharusnya nggak perlu dipikirkan.




Aku takut gagal

Orang bilang, jangan takut gagal. Dalam hatiku juga bilang gitu. Tapi pada kenyataannya, aku takut banget gagal. Bukan berarti aku takut gagal itu aku nggak pernah gagal. Aku sering juga gagal. Waktu gagal itu, aku langsung down parah.

Aku nggak menyalahkan orang lain, tapi aku menyalahkan diriku yang nggak kompeten dan lain sebagainya sampai aku bener-bener merasa buruk banget jadi manusia, merasa nggak berharga. Aku pernah sampai di taraf mau bunuh diri. Tapi untungnya seiring berjalannya waktu, usia bertambah, semakin tau soal tanggung jawab dan bunuh diri itu selain dosa juga tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Waktu aku nggak lulus sidang semester lalu, aku depresi parah udah isinya hidupku cuma tangisan, muntah, pusing, keringat dingin dan rasanya berantakan semua. Apalagi ada konflik keluarga aku jadi semakin down.

Aku selalu berjalan sesuai dengan rencana. Jadi aku beneran udah nyiapin sesuatu itu udah kayak rundown acara deh. Habis A, aku harus B. Jam 10 aku ketemu siapa, jam 12 aku kemana, nanti pulang jam berapa, kayak gitu lah. Nah kalau mbleset 1, aku bakal panik.

Itulah kenapa aku selalu merencanakan sesuatu seeeecara super hati-hati dengan backup plan B C D sampai Z. Aku benci kalau planku buyar. Aku takut gagal. Aku mungkin bakal bilang "oh nggak apa apa kok..." tapi sejujurnya aku ngempet pengen jerit-jerit.




And many more fears with no reason...

Aku takut ayam, nggak tau kenapa. Serem aja aku sampe histeris. Aku takut kembang api, mercon, dan kawan kawannya, nggak tau kenapa. Aku bisa gemetaran dan keringat dingin kalau dengar suara petasan dan antek anteknya.

Aku takut kalau aku datang ke suatu acara dan aku nggak kenal orang-orangnya, kadang aku memilih buat nggak datang kalau taraf ketakutanku udah mulai mengganggu. Aku pusing, keringat dingin dan pengen kabur kalau ada di ruangan yang penuh orang yang nggak aku kenal, atau di tempat yang super ramai dan berjubel contohnya bazaar.

Aku nggak suka yang namanya surprise. Itu bikin aku awkward dan stress. Aku sejujurnya nggak suka kalau ada surprise ulang tahun buatku. Dan aku bersyukur selama beberapa tahun belakangan ini teman-temanku sibuk dan lupa ulang tahunku jadi aku nggak perlu awkward pas mereka datang kasih surprise dan aku jadi stress setelahnya. Itulah kenapa pacarku juga nggak pernah ngasih surprise, dia selalu tanya ke aku, aku maunya apa, aku ada rencana apa. Memang dia jadi terlihat nggak romantis, tapi itu yang aku butuhkan.

Aku nggak suka antri karena aku pengen gebukin orang yang nyerobot antrian dan menahan diri untuk tidak ngomong jahat tapi aku juga nggak bisa ngomong sama orang baru itu bikin aku gelagapan dan degup jantungku nggak karuan makanya aku memilih untuk nggak beli aja daripada antri. 

Itulah kenapa aku super mager alias malas gerak karena banyak hal yang aku takutkan dan aku pikirkan itu bikin aku stress.

=======

Aku sering ke UGD karena merasa sesak nafas, mual, pusing, tapi kata dokternya aku nggak apa-apa. Aku tau semua itu ada di pikiranku aja. Dan aku tau ada sesuatu yang salah sama aku. Akhirnya aku memutuskan buat ke psikolog.

And yes, aku mengidap anxiety disorders.

Percayalah temanku, aku nggak mendramatisir. Tapi ya udah sih kalau aku di anggap drama. Buat beberapa orang hal semacam ini cuma cari perhatian. I am not. Memang ini yang aku rasakan. Aku takut. Yang berkali kali lipat dari ketakutanmu.

Untungnya, aku nggak terlalu parah. Aku masih bisa mengatasi ketakutanku. Dan setiap aku melakukan sesuatu yang aku takutkan, aku ngasih reward ke diriku sendiri. Misal aku berhasil kenalan sama temen baru di suatu acara, pulangnya meskipun aku agak stress aku bakal treat diriku sendiri sesuatu yang aku suka misalnya beli ShareTea.

Mungkin juga ada yang bilang "ah masa sih Dyt? Nggak kelihatan." 
Well, baguslah kalau nggak terlihat. Karena itu yang aku inginkan. Ya kali kamu mau liat aku tantrum di depanmu? Yakin masih mau temenan habis itu? :))

Atau, "Kamu ngobrol bisa biasa aja kok. Asik aja kok."
Ya... Aku berusaha keras. Sangat sangat berusaha. Karena aku tau, kalau aku stay di comfort zone ku, aku bakal lebih parah nantinya. Jadi aku harus berusaha untuk melawan ketakutanku dan jujur aja itu nggak mudah.

"Jadi kamu gila?"
Nggak gila sih... Gila itu hilang akal. Udah putus dollll semuanya. Otakku masih bekerja dengan baik selaras dengan hati. Aku juga pakai helm kok kalau naik sepeda motor, aku sadar otakku berharga dan harus dilindungi.

Seriusan ya, aku nggak paham kalau ada orang yang punya mental health problem itu langsung disebut gila. Contohnya orang ngatain Marshanda gila karena dia punya masalah bipolar disorder. Marshanda itu nggak gila loh, kamu yang gila sukanya nyepam di akun orang yang nggak kamu kenal secara personal dan ngatain gila. Yang nggak waras ya kamu.

Temen kadang ngebercandain yang aku rasakan, dan menganggap yang aku rasakan itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Ya udah sih, nggap apa-apa... Tapi aku tetap harus cari bantuan orang lain, contohnya ke dokter (ya iyalah) I need more therapy. Juga bantuan pacarku, dia bisa ngerti dan selalu ngebantu aku buat tenang, mengingat hal-hal baik yang aku lakukan kalau aku lagi feeling awful. 

Ya udah sih gitu aja curhatan panjangku. Maafkan ini malah jadi kayak cerpen. Karena dimana lagi aku bisa jujur terhadap sesuatu selain di blog ini? Semoga kalian nggak kabur terus berenti baca blogku :)) 

22 comments:

  1. sepertinya aku sudah salah menjudge mbak dyta selama ini. Aku pikir mbak dyta orangnya yang ceriwis sarkas kesana kemari. asik. rame.

    ini aneh tapi aku menganggap orang orang yg disorder itu spesial. they have a lot more things to b experienced. dulu waktu SMA, ada salah satu temenku yg bilang aku harus check ke psikolog karena kepribadian aku bermasalah.

    aku suka baca pos kayak begini haha. aku jadi mengenal orang dari sudut pandang orang itu sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha tetep kok kalau ketemu aku jg aku tetep banyak ngomongnya kok, soalnya kita udah kenal di dunia maya jd aku masih bisa nyaman ngobrol.

      Inti ketakutanku itu kan kalau aku jadi pusat perhatian.
      Kalo ngobrol berdua, bertiga, berempat, dalam forum yang kecil banget aku masih bisa. Hahaha ini tuh kayak datang tiba-tiba gitu loh del, nggak ada tombol on off nya.

      Delete
  2. dytt parah banget itu org yg ngelakuin hal itu ke km pas di waterboom (╯҂ ‵□′)╯jd ikut jengkel lho bisa2nya grr
    btw syukurlah klo km udah nemu soulmate yg bener2 slalu ada dan ngertiin km apa adanya ya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. haaa iya itu emang parah banget
      Iya alhamdulillah hehehe... :D

      Delete
  3. Deg-deg an pas beauty gathering? sama aku juga. Aku pernah pas dapet undangan ke jakarta bukannya pengakraban sama beauty blogger lain, aku malah duduk ngejauh misah karena takut gak nyambung sama blogger lain :-D Tapi tetep pas sesi bebas ya ngebaur aja walaupun cuma jadi pendengar :-p

    ReplyDelete
  4. Ah syukurlah kalau sudah ke Psikolog Dyt, at least you're in the right hand now :)

    Living in fear emang nggak nyaman, tapi kita punya kendali apa yg bisa mengendalikan diri kita. Jadi jangan nyerah ya Dyt! Suatu saat mungkin kondisi yg sekarang lama2 jadi reduced dan nggak perlu paranoid terus2an ^^

    A little tips: doa orang yg teraniaya diijabah Yang Di Atas, doain aja itu yg usil di waterboom biar dapet ganjarannya ;)


    Eh iya, aku pernah baca artikel ini dulu banget semoga membantu (you're not alone! ^^)
    http://hellogiggles.com/7-things-people-anxiety-want-loved-ones-know/

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin.. aku jg berusaha nggak tetep di comfort zone Nin, semakin aku menghindar semakin parah ntar jadinya :D

      Ah ya, aku baca postingan blogger2 lain yg ngalami hal yang sama bikin aku agak lega karena dulu kupikir aku hampir gila. Aku dulu juga sempet pakai minum obat segala buat ngatasi panic attack & tantrum. Untungnya sekarang setelah berada dilingkungan yang tepat & orang2 yang tepat, aku jauh lebih tenang daripada dulu

      Delete
  5. Aku juga sedikit banyak samanya sama kamu, cuma sepertinya aku jauh lebih drama dyt di soal galau cinta2an di umur 20 something ini :p.
    Semoga kedepannya rasa takutnya bisa lebih ditekan ya, dyt. Soalnya menurut aku kalau nonton di yutub dyta orangnya asik hehe.
    Ah iya aku jadi inget drakor my flowerboy next door yg nyeritain cewe yg punya anxiety disorder gitu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga apa2.. semoga cepat berlalu galau percintaannya. Yang penting adalah hindari stalking karena semakin tau semakin sedih :"
      Youtube itu kayak stress therapy ku.. Escape sejenak dari kehidupan buat ngomong-ngomong sendiri. Apalagi yang daily vlog itu beneran aku ignore semua orang cuma fokus ke kamera doang :))

      Oh ada ya film begitu? :D

      Delete
  6. Nek kita ini kategorinya kenal yang apa, Dyt? Kenal tapi nggak begitu akrab atau akrab? Soale ku ngerasa nyaman2 aja sih ngobrol sama kaw. Ku merasa kawpun begitu kepadaku. Ku nggak merasa kaw pendiam ataupun sarkas. Jadi kuanggap kita ini ikrib. Atau ini hanya geer-ku semata? Uwuwuwuwuwww ~~

    Ngomong2 aku juga punya banyak ketakutan loh. Aku takut ketemu sama reader blogku. Soale entah ya, ku merasa ekspektasi mereka ke aku terlalu tinggi, berdasarkan email dan sesekali komen yg aku dapet. Takut aja ngecewain, soale aku bukan orang kayak asik, cerewet, pinter dandan, lucu, friendly, dll dll kayak yang selama ini mereka kira. Terus aku juga nggak suka keramaian. Aku jarang nge mall karena takut keramaian. Aku nggak suka surprise. Nggak suka orang lebai muji2 aku. Tapi nggak suka juga orang lebai jelek2in aku. Dan masih banyak lagi. Tapi aku nggak merasa dalam taraf perlu ke psikolog sih.

    Tapi aku seneng kaw sudah ke psikolog. Tandanya kaw sadar bahwa kaw butuh pertolongan orang lain. Hal yang paling bahaya tuh kalau kita sakit, tapi nggak mau ngakuin jadi nggak ada yang bisa nolongin. Dan syukurlah juga sudah nemu orang yang bisa ngertiin. Aku juga, pada akhirnya aku nemuin suami dan temen-temen deket yang ngertiin aku dan tau caranya memperlakukan aku :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. akrab dong~~ Kalaupun kita ketemu nanti juga aku bisa jamin aku sama aja kayak aku waktu chatting sama mbak

      Kayak aku sama nindy, aku nyambung di dunia maya sama dia, begitu ketemu aku bisa menyesuaikan diri dan nggak panic attack. Beda kalau belum pernah ngobrol samasekali di dunia maya, tau2 ketemu aku bakal susah banget.

      Ketemu readers/subscribers aku pernah, tapi itu juga aku udah "mengakrabkan diri" via chat yang sering dulu sblm akhirnya aku setuju buat ketemuan. Kalo nggak ya wes modyar :))

      Iya, memang lingkungan & orang2 sekitar itu mempengaruhi banget mbak. Dulu sebelum ada di lingkungan dan di sekeliling orang2 yang tepat, parah bgt panic attack ku. Nggak ada yg nolongin. Makanya aku ke psikolog...eh psikiater ding. Hbs psikolog, aku dirujuk ke psikiater karena butuh obat buat panic attack. Karena skrg udah jauh lebih mendingan, jd aku konsul sesekali ke psikolog.

      Delete
  7. ehhh tyt yg blogger gathering sm group chat tu g cm ak aj yg ngrasain T.T aku bs ngrasa down bgt sharian dyt klo ngmg di group chat gt, ngrasa down bgt klo dicuekin, down klo ad yg nohok ak, pdhl plg bg mrka biasa biasa aj tp gw bs stress mpe brhari-hari mikirinny T.T tp biasany br ilang stlh tak bw curcol kyk km gini :) *blogging is somehow kinda theraphy for me :)don't worry u'll get better for sure dyt :) nothing bad stay forever #tsahhh ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. paham kan :'(
      Aku takut di cuekin, tapi kalo semua perhatian tertuju ke aku juga aku stress. bingung :))
      Ya... semoga segala ketakutan ini akan segera mereda dan aku bisa hidup dengan tenang

      Delete
  8. kak dyta aku pembaca blog mu sebenernya tapi ga pernah komen, silent readers gitu. Karena jujur, aku hampir sama kayak kakak, aku ga nyaman buat berkomunikasi ama orang baru, aku punya temen yg bener2 deket pun cuma 1 dan kalau udah lama gak ketemu temen itu rasanya bakal kayak asing dan aku ga pernah berani nyapa duluan gitu, sampe dibilang "ih sombong bgt sih" ya padahal bukan sombong tapi gimana sih:(
    aku juga gitu di grup chat, grup chat kelas aku aja aku jarang muncul, sekalinya muncul dicuekin:') aku juga super gemeteran kalau disuruh ngomong di depan banyak orang, didepan 39 kepala di kelas setiap presentasi aja aku lemes dan keringet dingin. Aku juga takut gagal, aku apa2 pesimis duluan. Aku kira cuma aku yg begini, tapi ada beberapa yg udah aku coba lawan sih kayak aku nekat masuk jurusan IPS yang emang harus banyak ngomong didepan gitu cuma supaya aku berani ngomong didepan dan it works.
    aku ga ngerti juga sih ini bener atau ngga dengan ngelawannya._. i feel u kak, literally.

    ReplyDelete
  9. Haaa aku bahkan belum berani ke acara2 blogger gitu karena takut ketemu orang baru hahahah :((

    ReplyDelete
  10. cerita kita samaan :)). sama kayak aku, aku jugaa gak berani ngomong didepan orang banyak, suka susah buka mulut kalau ketemu orang baru, takut dicuekin, takut salah bicara. Tapi skrg aku mulai mencoba buat ngilangin rasa takut itu. Aku malah kalo ngomong didepan orang itu suka gugup dan pernah hampir mau nangis grgr terlalu gugup :D.

    ReplyDelete
  11. Dit, kalo aja kamu gak komen kalo kita sesama bubuhan Bontang.. mungkin aku gak bakalan ngeh. Huahahaha.. jujur nih, udah lama jadi followers blog mu, dan baru ngeh -_-

    mungkin aku rada beda denganmu. aku orangnya gak bisa diem, nyerocos aja gitu >.< tapi kalo emang bawaannya emang gitu... yah apa mau dikata kan yaaa

    tulisandarihatikecilku.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  12. Hay dit...
    Baca blog kamu ngakak guling-guling *terhibur ada yang rada mirip sama aku. Kamukece badai bisa jujur buka-bukaan gitu. Top deh..

    Aku ya masih bergelut dengan kecemasan yang over. Sudah mulai kurang sih sekarang dlu pas nyelesaiin skripsi juga hampir sama gt cemasan dengan imajinasi liar sampe akhirnya skripsi kelar setelah 2,5 tahun ngerjain *itu klo aku nikah dah punya aka satu kali*. Kasus ngadepin kekerasan seksual juga pernah aku hadapi sampe aku rada parno sama semua laki-laki asing. but sekarang dah mending, timbang dulu. Yang banyak membantu memang kelompok main skalian kelompok diskusiku. berhubung dari jurusan psikologi jadi kita suka bahas itu dan belajar cari solusinya. tiap orang punya cara sendiri dan aku punya cara ya belajar berdamai dengan diri sendiri< dyt. it's work.
    ada satu kalimat yan akau ingat terus
    "kekhawatiran tidak menambah satu jengkal masa hidupku"

    jadi setelah aku pikir khawatir overdosis itu sia-sia.. :D

    ReplyDelete
  13. Aduh kak.. samaan banget.. aku dianggap org2 sbg pemalu.. bahkan sama sodara2 ku alhasil aku gak akrab sama semua sodara2ku sama sekali :'(
    Padahal sih disekolah dan dirumah aku lumayan rame dan kayak gak sependiam itu. Terus jugak aku bener bener mikirin komen org lain tentang aku (kecuali org2 yang udah deket banget sama aku) terus aku juga sering mikir macem macem orang itu akan mikir inilah itulah padahal kenyataannya gak kayak gitu.. haduh pikiran kayak ginituh bagai memenjarakanku untuk lebih dekat sama orang lain >_<
    Btw kak blognya benar2 inspiratif banget.. ❤❤❤

    ReplyDelete
  14. Hai dyta,, sama ya aku juga punya masalah anxiety yg mirip banget ama yg dyta tulis,, kejadian2 serta perasaan2 yg dyta alami hampir semua terjadi juga ama aku, (termasuk pelecehan di remas2 dada aku saat umur 13 thn, dan tidak lulus sidang ).
    Membaca curhatanmu seperti membaca kisah hidup aku sendiri,, sayangnya aku ga pandai menulis seperti kamu,,
    so aku menantikan tulisan/curhatan kamu selanjutnya ya..

    ReplyDelete
  15. Halo dyta, baca tulisanmu yg ini aku kayak yg ngacain hidupku sendiri. Apalagi yg bagian nganggep diri sendiri nggak berguna. Duh aku sering banget kayak gitu. Gara gara itu aku jadi selalu ragu sama diriku sendiri. Nggak percaya bahwa aku ini bisa. Lah, padahal kan salah satu kunci bahagia seseorang kan harus bisa percaya sama dirinya ssndiri ya?

    Aku juga susah banget ngutarain apa yg aku pikirkan ke orang lain secara verbal.

    tapi aku nggak pernah kepikiran buat pergi ke psikolog. aku pikir ya inilah aku. Aku yg bisa tolong diriku sendiri. Makanya aku lagi berusahaaa banget buat menghargai diriku sendiri dan lebih banyak berfikir positif.

    ReplyDelete