Wardah Exclusive Matte Lip Cream no 01 & 06

Tuesday, July 26, 2016

Dalam kehidupan ini, ada satu titik dimana kita dibuat bingung oleh pilihan. Salah satu yang paling mengena di hati adalah: milih warna lipstik. Bener nggak?

Nah itu yang terjadi sama aku. Aku bingung banget milih diantara 2 warna Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini. Milih diantara yang nomor 01 Red Dicted atau yang nomor 06 Feeling Red karena dua-duanya warna merah yang.... sudahlah aku nggak perlu menjelaskan betapa cintanya aku sama lip product warna merah.

wardah-lip-cream-01-06-review

See? Bingung nggak sih mau beli yang mana, akhirnya aku ambil dua-duanya.

wardah-lip-cream-01-06-review

Dari packagingnya menurutku juga sama aja kayak liquid lipstick lokal lainnya. Tube, gagang, dan ujung aplikatornya juga sama aja. Aku jujur aja yang awalnya nggak terlalu masalah sama aplikator model begini, setelah pakai yang lebih pendek ternyata jauh lebih nyaman. Terus aku jadi rada gimanaaa gitu sama yg ini. Kepanjangan kalo menurutku.


Ya gitu deh kalo udah pindah ke lain hati. Susahhhh.

Yang aku suka dari produk ini adalah: dia ada dusnya. Aku tuh suka ngumpulin dusnya kosmetik. Memang bakat jadi rombeng. Semua info mengenai produk kayak komposisi, expired date dan berentetannya ada di dusnya. Sedangkan yang tubenya udah ga ada informasi apa-apa lagi selain logo dan nama warna.

Wardah Exlusive Matte Lip Cream ini aku beli di toko kosmetik Ivana, di Mulyosari (Surabaya) as alwaysss... Harganya Rp. 53.000

01. Red Dicted
wardah-lip-cream-01-06-review

Warna yang Red Dicted ini merah yang lebih ke cool tone. Agak-agak kebiruan gitu warnanya. Teksturnya creamy, sama kayak si Zoya. Cuma dia agak sedddiikkkittt lebih cair.


Pigmentasinya oke banget. Warnanya langsung nutup sekali oles, nggak ngeskip. 


06. Feeling Red
wardah-lip-cream-01-06-review

Oke, kayak nggak ada bedanya ya di foto sama yang nomor 01 -_- Tapi yang feeling red ini warnanya lebih ke warm. Jadi merahnya agak ke orens gitu sih. Apa sih orang bilangnya... merah cabe? 

Nggak tau cuma aku atau memang begitu, aku merasa kalau yang feeling red itu agak lebih cair sedikit dari yang Red Dicted. Sama juga kayak Red Dicted, warnanya sekali oles langsung nutup dan nggak ngeskip bleber kemana-mana.

wardah-lip-cream-01-06-review
Atas: 06 Feeling Red | Bawah: 01 Red Dicted
Waktu dipakai dan dalam proses mengering alias ngeset buat jadi matte, bibir kerasa banget mengetat-nya yang mana agak disturbing buatku. Tapi tenang aja, ini nggak berlangsung lama karena setelah dia nge-set, bibir terasa biasa aja. Terus kalau di aku, lipcream ini nggak bikin bibir kering yg sampe patchy ngelupas gitu. 

Soal daya tahannya, menurutku dua-duanya sama-sama longlasting dan juga kissproof. Buat ngebersihinnya juga mendingan pakai remover yang oil based karena kalau pake yang water based kayak Pixy gitu nggak bisa ilang.

Aku sih pakai makeup removernya Wardah.

Oh ya, lip cramnya Wardah ini ada aromanya. Kalo menurutku bukan aroma manis yang enak sih. Tapi kayak bau manis chemical tapi samar. Nggak mengganggu kalo buatku.

Kalau kalian gimana? Pada suka nggak sama Lipcream ini? Kalo sama aku gimana? :3

Kesimpulan:
  • Pigmentasinya oke, nggak ngeskip
  • Bibir terasa ketat waktu mengering
  • Nggak bikin bibirku kering 
  • Tekstur creamy agak cair dikit
  • Ada aromanya
  • Longlasting banget
  • Kissproof
Harga
Rp 53.000

Zoya Lip Paint: Mocha Mousse & Baked Apple

Saturday, July 23, 2016

Aku harus mengakui dosa. Oke, aku sekarang lebih enjoy videoan karena aku nggak perlu nulis. Entah kenapa, aku agak blank kalo disuruh nulis sekarang. Padahal biasanya aku kalo nulis blog sampe ngehapus berparagraf-paragraf karena nggak terlalu penting malah isinya ghibah wkwk.

Mungkin karena aku masih lelah ngetik berjuta-juta kata di laporan tugas akhir jadinya ngeblank dan kesal. Tapi aku akan berusaha melawan kemalasan itu dengan mencoba nulis lagi. Semoga istiqomah.

zoya-lip-paint-review

So, hari ini aku mau ngebahas soal lip paint-nya Zoya. Brand lokal ini beneran joss ya. Kayak yang aku bilang di post LT Pro Longlasting Matte Lip Cream, semakin kesini produk lokal semakin oke dan bisa di adu.

Adu domba. 

Btw pada ngikutin drama Jefree Star sama kat Von D nggak sih? I'm on Kat's side. wkwk

zoya-lip-paint-review

Oh ya balik lagi. Jadi Lip Paint-nya Zoya ini packagingnya sama aja kayak liquid lipstick lokal lainnya. Silinder, warna putih.. Di bagian bawahnya transparan jadi kita bisa lihat warna produknya.

Gagangnya sama aja kayak mineral botanica, ujungnya juga agak miring.

Mocha Mousse

zoya-lip-paint-review


Kalau biasanya aku cuma ngambil warna yang bold, aku kali ini nyoba ambil warna yang nude. Sejujurnya aku kurang suka sama warna-warna nude karena aku merasa nggak cocok. Tapi warna Mocha ini diluar dugaan aku suka banget.

Warnanya itu coklat nude yang agak ke abu-abu sih kalau menurutku. Dan jatuhnya di kulitku itu bagus banget ah parah sih ini. Kayaknya warna ini cocok sama semua skintone deh.

Teksturnya nggak terlalu cair, jadi lebih bisa ngontrol produk dan bibir nggak basah banget waktu pengaplikasian produk. Lumayan cepat juga ngeset nya. 

Daaaan... lipstik ini kissproof. Jadi meskipun kamu cium2 tangan sampe siku juga ini lipstik nggak transfer di kulitmu. Cuma, senormalnya lipstik lainnya kalau kamu makan yang berminyak tentu aja dia transfer dan memudar.


Baked Apple

zoya-lip-paint-review

Sedangkan yang Baked Apple ini warnanya bener-bener semerah apel yang kamu lihat di supermarket. Merah gelap. It's perffffeeectttttt! Aku udah lama cari warna yang kayak gini, ternyata adanya di Zoya.

Sama kayak mocha mousse, yang baked apple ini teksturnya juga nggak terlalu cair, jadi gampang dibaurkan. Ngesetnya juga cepat dan nggak bikin belepotan

Baked Apple ini juga kissproof kok. Meskipun warnanya se-bold itu, pas ditempelin ke tangan beneran nggak transfer.

=====

Dua warna yang aku pilih bener-bener jomplang banget ya. satunya bold satunya nude. Memang sengaja sebenernya, buat ngetest apakah teksturnya sama. Biasanya yg warna nude agak susah dibaur, yes? Tapi ternyata dari dua warna lisptik ini aku bilang testurnya sama-sama bagusnya.

Dua-duanya juga nggak bikin bibir kering. Karena kissproof, daya tahannya juga lama banget. Kecuali kamu pakai makan yang berminyak, dia agak ilang gitu di bagian dalamnya. Oh iya produk ini ada aromanya, agak manis.

Saran aja sih, kalau mau bersihin mending pakai remover yang oil based. Karena susah banget dibersihin sama yang water based.

Buat review versi videonya (aku test makan minum juga) kalian bisa lihat di video ini:


Kesimpulan
  • Testur nggak terlalu cair
  • Ada aromanya agak manis
  • Kissproof
  • Hilang kalau kena minyak
  • Tahan lama
Harga
Rp 62.000


LT Pro Longlasting Matte Lip Cream no 08

Wednesday, July 13, 2016

Jajan yang paling nggak bisa ditahan selain jajan micin adalah jajan lipstik. Meskipun nggak ngambil semua range warnanya, tapi setiap masuk ke toko kosmetik atau ke department store mesti aku nggondol at least satu lipstik baru.

Aku nih cinta banget sama SMLC nya Mineral Botanica, tapi semakin kesini semakin rame merk lokal yang bikin matte liquid lipstick dan formulanya semakin improve nggak kalah sama merk luaran. Semakin banyak pilihan lah intinya.

Sekarang nih aku lagi suka banget sama LT Pro Longlasing Matte Lip Cream. Aku suka banget sampe udah jadi lipstik yang nggak bisa di ganggu gugat. Aku bakal review dan kasih tau kenapa aku suka.

lt-pro-longlasting-matte-lipcream-08

Lipen ini aku beli di pengampon, harganya Rp 81.000,- Oke, harganya memang beda dari yang di Mall atau di drugstore. Aku pernah tanya ke BA-nya kalau memang gitu, kalo di mall/drugstore harganya 95 semua, sedangkan harga toko kosmetik/grosir 81ribuan.

Dilihat dari packagingnya, lipen ini beda nggak kayak tipikal kemasan lip cream lokal yang silinder panjang (yang bikin susah di foto, but whatever). Lipen ini packagingnya berbentuk balok dan pas banget di genggaman. Tanpa perlu aku jelaskan panjang lebar, kalian udah bisa lihat sendiri 

lt-pro-longlasting-matte-lipcream-08

Gagang aplikatornya lumayan kokoh dan nggak terlalu panjang. Menurutku enak banget dipakainya soalnya tangan jadi lebih stabil waktu mengaplikasikan produk ke bibir. Ujungnya juga agak miring dan tebal, bisa menjangkau seluruh bagian bibir kalau menurutku.

Ngomongin soal warna, aku pilih yang nomor 08. Warnanya itu merah bata. Merah agak kecoklatan dengan hint orange. Kalau di swatch di tangan, memang kelihatan merah banget tapi kalau dipakai di bibir, percayalah kalau warna kulitmu tanned kayak aku... ini jatuhnya cakep banget.

lt-pro-longlasting-matte-lipcream-08

Tekstur dari LT Pro Longlasting Matte Lip Cream ini super soft dan creamy. Begitu di oleskan di bibir, warnanya langsung nutup dan terasa ringan banget plus gampang dibaurkan. Cepet juga ngesetnya, tapi nggak lengket dan nggak bikin bibir kering

Rasa finishingnya itu mirip sama Purbasari Matte Lipstick.

Lipen ini seriusan tahan lama banget. Dia juga kissproof dan transferproof. Pernah aku pakai selama 6 jam tanpa makan besar, dia tahan banget bener-bener stay in place. Terus pas lebaran kemarin aku pakai selama 12 jam, aku cuma 1x touch up itupun ilangnya karena aku makan makanan yang berminyak banget dan ilang di bagian dalam bibirnya.

lt-pro-longlasting-matte-lipcream-08

Apakah ada aromanya? Ada. Aromanya itu kalau kubilang kayak buttercream yang buat kue tart itu. Enak banget. Manis lembut pas baru di aplikasikan, ntar lama-lama bakal menghilang wanginya.

Overall, aku suka banget sama lipcream ini. Dari warnanya udah aku banget, tekstur, finising, dan daya tahannya aku cinta banget, Ini lipcream jadi comfort zone ku udahan. Nggak bisa diganggu gugat. Mau dandan macem apa, mau kemana aja, ini lipcream selalu masuk tasku. Udah kayak dompet :))

Kesimpulan:
  • Tekstur creamy
  • Ringan
  • Mudah dibaur
  • Cepat ngesetnya
  • Transferproof
  • Kissproof
  • Ringan
  • Aroma manis lembut
  • Staying power bagus banget omg help
  • Aplikator koko & nggak terlalu panjang
Harga:
Rp 81.000,-


Utama Spice Lip Balm Peppermint

Tuesday, July 5, 2016

Sadar nggak kalau sekarang blog ini udah berubah jadi dot com? Ehehehehe... Btw selamat lebaran semuanyaaa...

Hari ini aku mau bahas soal lip balm. Jarang-jarang kan aku bahas soal lip balm? Sebenarnya aku punya beberapa lip balm dan lip balm merupakan rutinitas setiap hari buatku, cuma nggak di ekspose aja :))

Aku dapat beberapa produk dari Sociolla including lip balm dari Utama Spice yang aku udah hore hore banget pas unboxing. Aku udah lama lirik-lirik produk ini tapi masih maju mundur soalnya aku nggak pernah coba lip balm yang natural homemade gini.

Utama-Spice-Lip-Balm-Peppermint

Aku nih suka banget sama lip balm yang ada sensasi mint-nya. Karena kerasa aja gitu lagi pake lipbalm dan adem gimanaaaaa gitu kayak dapat hidayah. Kalo cuma rasa rasa buah gitu aku kurang demen sih, sukaan yang ada mint-nya. Nah beruntungnya, yang aku dapat ini yang peppermint wooohooo...!

Dilihat dari packagingnya, ini produk serius. I mean, meskipun "homemade" mereka professional banget ini udah kayak lip balm pabrikan, bukan yang di pot dan dicolek-colek. Bukan sok higienis atau apa sih, karena aku sudah cukup kotor. Tapi packaging modelan kayak begini ini nggak ribet dan nggak bikin jari kotor.

Utama-Spice-Lip-Balm-Peppermint

Packagingnya warna putih, dengan berat 5 gr dan semua info soal produk termasuk ingredients semua udah tertera pada stiker kemasan.

Warna produknya kuning pucat agak hijau, jadi nggak putih atau clear. Tapi ya kalo di olesin ya transparan. Kenapa bisa begitu? Yaa mungkin karena memang bahan-bahannya 100% alami termasuk daun mint-nya langsung.

Utama-Spice-Lip-Balm-Peppermint

Aku nggak berusaha bagus bagusin produk ya ini, tapi aku memang suka banget sama produk ini. Perlu di ingat kalau bibirku tipe yang kering dan aku suka ngotot pakai matte lipstick. Aku butuh pelembab ekstra supaya bibirku nggak terlihat patchy waktu pakai lipstik. Ini lipbalm penolong banget.

Lip balm ini waktu dioleskan di bibir, licin banget tapi efektif melembabkan bibir. Kalau kamu nggak mau terasa licin banget, coba ikutin caraku: aku pakai di bagian tengah bibir dan aku usap-usap pakai jari ke seluruh permukaan bibir.

So far, aku suka sama lip balm ini karena dia bener-bener melembabkan bibirku, nggak bikin bibirku terasa gerah, dan juga sensasi mint-nya mantap banget.

Kesimpulan
  • 100% natural
  • Melembabkan
  • Tekstur licin
  • Ringan
  • Nggak bikin bibir gerah
  • Sensasi mint-nya mantap
  • Harga terjangkau
Cons:
mungkin nggak semua dari kalian suka sama licinnya lip balm

Harga:
IDR 15.950 (Beli di sini)


Kalau kamu bingung mau beli produk-produk Utama Spice dimana, kamu bisa beli via Sociolla. Kamu bisa cantumin voucher kode-ku ADITAYANTI50 buat dapetin potongan 50.000 kalau kamu belanja minimal 200ribu


Batangeh Minang Gaya Spa

Sunday, July 3, 2016

Hai genks. 

Cuaca surabaya yang kadang panas terik kadang hujan badai ditambah aktifitas yang lumayan padat dan tidur yang kurang bikin aku tumbang. Badan pegel semua, ngapa-ngapain nggak nyaman. Sedangkan aku juga masih harus melakukan hal lain jadi aku perlu recovery yang cepat.

Minggu lalu aku datang ke Gaya Spa, dan aku di rekomendasikan buat nyobain Spa Batangeh Minang yang cocok banget buat kesehatan terutama buat orang yang lagi recovery dari sakit.

gaya-spa-wellness-surabaya


Kalau kamu udah ngikutin blogku, beberapa bulan yang lalu aku pernah ke Gaya Spa ini juga pas mereka lagi soft opening dan aku nyobain treatment disana. Nagih coy.... Waktu itu aku nyobain chocolate body scrub.

Keunikan dari Gaya Spa ini adalah mereka punya semua jenis treatment spa ala Indonesia. Aku sudah sebutkan ini di post sebelumnya.

gaya-spa-wellness-surabaya
Pricelist Batangeh Minang
Di treatment Batangeh Minang ini aku di treatment footbath, body massage, body compress, body scrub, body bath, shampoo & blow dengan total waktu treatment sekitar 140 menit atau 2,5 jam. Bedanya Batangeh Minang 1 dan 2 adalah kalau yang 2 ada face massage + hair & scalp treatmentnya sedangkan yang 1 nggak ada.

gaya-spa-wellness-surabaya
Ruangan Treatment
Setelah memilih treatment apa yang diinginkan, aku langsung masuk ke ruangan treatment. Sebenarnya ruangan yang aku pakai ini untuk couple makanya ada 2 bed. Kamu yang sudah menikah bisa loh treatment bareng suami/istri disini. 

Kemudian aku dipersilahkan untuk ganti bajuku sama kimono. Disini disediakan shower cap supaya rambut kita nggak kotor kena minyak pijat atau scrub, juga lonceng buat manggil therapistnya kalau kita sudah selesai ganti baju. Sebenernya disini juga disediakan disposable panties, tapi karena habis jadi nggak dapat deh.

gaya-spa-wellness-surabaya

gaya-spa-wellness-surabaya

Yang aku suka dari Gaya Spa ini adalah mereka tuh menghargai privasi banget. Theraphist menunggu di luar selama kita ganti baju. Waktu bantu buka kimono juga therapistnya hati-hati banget jadi kamu nggak merasa risih bakal terekspose. Karena nggak semua orang merasa nyaman "terbuka" di depan orang lain.

Sebelum memulai treatment, dilakukan footbath selama 5 menit. Yaitu dengan merendam kaki kita menggunakan air hangat dan pijatan pijatan ringan di kaki untuk melancarkan peredaran darah.

gaya-spa-wellness-surabaya

Kemudian dilakukan pemijatan pada tubuh. Dimulai dari kaki dulu, kemudian punggung, dan tangan. 

gaya-spa-wellness-surabaya

Biasanya kita kan kalo pijat langsung tengkurap gitu kan? Nah kalo di treatment Batangeh Minang ini yang dipijat bagian depan dulu. Kamu juga bisa minta pijatan yang kuat, atau yang biasa biasa aja. Aku sih lebih suka pijatan yang biasa aja karena aku ngerasa lebih relax.

Selama di pijat, aku sempet ketiduran soalnya enaaak banget. 

Nah setelah dipijat, step selanjutnya adalah scrub. Sebelum di scrub, badanku dikompres pakai air hangat. Mungkin tujuannya supaya pori-pori lebih terbuka jadi scrubbingnya bisa maksimal hasilnya. 

Oke aku nggak ada fotonya, karena aku agak kesulitan buat foto dalam keadaan tengkurap :)) Tapi percayalah, aku bener-bener enjoy disini.

Ngomongin soal scrub, aku juga sudah pernah bahas di post sebelumnya soal scrub. Cuma kali ini scrubnya pakai scrub kopi. Wanginya mirip-mirip kayak coklat. Manfaat scrub kopi ini banyak banget, salah satunya adalah mencerahkan kulit. 

Beneran lho, kulitku jadi lebih cerah dan bersih setelah scrubbing. Maklum yah, mahasiswa tingkat ngejar revisi yang ke kampus mandi aja sukur :))

Selesai scrub, aku berendam di air hangat yang udah diberi essential oil selama 15 menit. Wanginya hmmm.... betah banget lama-lama. 

gaya-spa-wellness-surabaya

Di sisi bathub juga disediakan sabun dan shampoo. Jadi setelah puas berendam, kamu bisa bilas badanmu pakai sabun karena badanmu bakal terasa licin banget karena essential oil. Dan kamu bisa keramas juga, tapi optional sih. Kalau kamu nggak mau keramas juga nggak apa-apa, toh ini masih pakai shower cap jadi rambut nggak ikutan basah.

Tapi karena aku juga belum keramas, aku sekalian aja lah keramas disini :))

Setelah selesai, rambutku di keringkan dan udah deh beres.

Sebenarnya disini juga disediakan minuman setelah treatment. Tapi berhubung aku lagi puasa, jadi nggak minum lah.

Setelah perawatan disini aku balik ke kampus lagi. Dan rasanya badanku super enteng dan jauh lebih segar dari sebelum perawatan. Pegel di pundak, kaki, dan rasa lemes karena lagi recovery berkurang. 

Overall, aku rekomendasikan spa disini karena disini bener-bener menghargai privasi, tempatnya tenang, dan semuanya bikin relax. Thank you Gaya Spa for having me :)