Tips Lekas Move On

3:22 AM

source: pexels

"Kamu kok bisa cepet banget sih move on nya?"

Sering banget aku dapat pertanyaan itu dari teman-temanku. Memang, aku ini cepat move on. Tapi bukan berarti aku fakir asmara atau murahan banget sampe dengan mudahnya bagi-bagi hati sana sini. Justru karena aku nggak bagi-bagi hati sampai habis, makanya jadi lebih mudah move on. Sedih iya pasti. Siapa lah yang nggak sedih kalau patah hati?

Manga yang aku ikutin minggu ini nggak release aja aku sedih, apalagi patah hati coba? Sedih akutu.

"Kamu nggak pacaran lama kali, makanya nggak main hati. Cepet move on-nya!"
Aku pernah pacaran sampai 7 tahun. Kalo kata teman-temanku, itu kalau dibuat nyicil mobil udah lunas. Tapi ya udah aja gitu, begitu selesai ya selesai. Beberapa bilang "Lo betah amet jagain jodoh orang". Aku sih ketawa aja. Aku nggak menyesal kok pernah punya relationship sama dia. Hubunganku sama mantan yang 7 tahun juga baik-baik aja.

"Karena kamu putusnya baik-baik aja, makanya cepet move on! Kamu nggak tau rasanya diselingkuhi, atau ditinggal gitu aja."
Aku juga pernah diselingkuhi. Aku juga pernah tiba-tiba ditinggal tanpa sebab yang jelas kenapa. Sedih? Jelas. Marah? Iya, marah dong. Tapi aku nggak menjadikan perasaan negatif itu menggerogoti diriku. 

"Kamu nggak satu lingkungan sama dia, makanya bisa move on. Aku kan satu geng/kampus/kantor sama mantan.."
Hmm... nggak juga sih. Sama yang 7 tahun itu, aku satu geng. Dan kita biasa aja gitu. Ya ngobrol aja, chat juga ya ngomongin rencana sama temen-temen. Kalau mantan yang lain, iya memang nggak satu lingkungan. Hahah "mantan yang lain" dong, syantik banget nganaaa...

Intinya dari saya adalah: wes talah, jangan merasa paling menderita sendirian. Semua ada jalan keluarnya. Hih. Gemaz.

Kalau kamu selalu menyangkal, semakin susah jalan untuk move on. Jika memang niat move on, silahkan lanjut baca. Kalau tetap ngeyel mau mellow, ya silahkan tinggalkan pesan Anda setelah bunyi beeeeep~~

1. Kasih timeline buat diri sendiri
Kata siapa aku nggak sedih, aku nggak nangis? Jelaslah aku sedih, marah, bahkan nangis. Tapi nggak berlarut-larut. Seperti oralit saja harus larut.

Aku selalu ngasih timeline buat diri sendiri. Contohnya gini: Oke, selama seminggu aku akan membiarkan diriku nangis-nangis, meratapi, marah, merasa tidak berguna, merasa terzolimi, dan menyalahkan diri sendiri. Seminggu terlalu sebentar? Nggak apa-apa kita perpanjang, 2 minggu deh puas-puasin nangisin, amukin perkara tuh laki. Tapi janji, setelahnya jangan lagi ada airmata yang menetes kecuali pas angop.

Lalu, minggu setelahnya ngapain?

2. Memaafkan
Yup, selanjutnya adalah memaafkan. Memaafkan diri sendiri deh. Bukan salah kamu kalau dia pergi. Bukan salah kamu kalau dia lebih memilih sama yang lain. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Gimana bisa tau? Ya kalau kamu nggak melakukan yang terbaik, kamu nggak bakal sesedih atau sekehilangan ini kan?

Nggak apa-apa, dia bukan buat kamu dan sebaliknya. Bisa jadi kalau kamu terus sama dia, kedepannya semakin banyak konflik yang nggak baik buat kesehatan jiwamu. Kamu merasa dizolimi? Nggak apa-apa, maafkan aja. Semoga yang jadi pilihannya itu yang terbaik. Dan kamu juga pasti bakal dapat gantinya yang lebih baik. We never know! Setidaknya kalau kamu masih belum bisa memaafkan dia, maafkan dirimu sendiri supaya langkahmu lebih ringan.

Nah, dalam proses memaafkan itu kamu sebaiknya...

3. Jangan kepo
Kalau kamu tipikal manusia kepo tingkat universe atau bahkan sejajar dengan FBI, mending kamu block aja deh semua kontak sama mantan. Biarin dibilang lebay. Daripada gatel pengen kepoin dan nemu yang bikin kamu semakin tersayat-sayat. Yang utama kan kesehatan jiwamu, ya kan?

Penting! Jangan pakai akun teman, atau akun palsu buat kepoin akun si mantan. Sama aja dong jadinya.

Kalau kamu mentalnya kuat, nggak usah di block. Istirahat aja dari sosmed. Aku tipikal yang nggak suka ngeblock orang. Aku lebih memilih off socmed. Aku deactive social mediaku. Aku nggak posting, aku nggak liat-liat sosmed. Enak loh nggak pakai socmed, batre HP jadi lebih awet dan lebih fokus kalau ngobrol sama orang lain.

Kalau kamu selingkungan sama mantan, sebisa mungkin minimalkan interaksi sama dia. Kalau nggak butuh-butuh amet, nggak usah bersinggungan. Kalaupun terpaksa, nggak usah nanya-nanya hal yang pribadi termasuk nanyain soal keluarganya.

Gimana biar hasrat kepo bisa terkontrol?

4. Cari kegiatan lain
Kalau aku melampiaskan emosi dengan olahraga. Aku lari-lari di SCBD atau di GBK sepulang kerja. Dengan begitu, aku nggak ada kesempatan buat ngecek HP atau main sosmed. Okelah bisa paling insta story biar universe tau kalau aku anaknya healthy life. Tapi itu juga 1x doang, habis itu HPnya aku simpan dan aku lanjut lari.

Percaya atau enggak, moodku jauh lebih bagus setelah olahraga. Banyak yang nanya kenapa aku nggak ngegym aja, daripada lari-lari di ruangan terbuka. Tapi buatku, justru itu yang bikin moodku bagus. Aku bs liat-liat sekitar, menghirup udara, liat pohon, liat lampu, aku nggak berasa hamster yang lari-lari di treadmill.

Begitu juga dengan kegiatan lain. Sibukin kerja. Atau banyakin hangout sama temen-temen. Bagus lagi kalau kamu punya hobi, tekuni hobi itu sampai kamu jago luar biasa. Ikut komunitas, ikutan workshop, atau apapun itu yang penting bisa bikin kamu fokus dan melupakan sejenak permasalahan hidup.

Kalau kamu suka makeup mungkin, kamu bisa ikutan workshop makeup yang diadakan oleh MUA, atau ikut les makeup dan kejar serifikat buat memperdalam ilmu makeupmu. Percayalah belajar makeupin orang itu lelah! Kamu nggak bakal sempat mainan HP atau kepo-kepo mantanmu.

Nah dalam proses berkegiatan, tentunya kamu...

5. Jangan menutup hati
Jangan kapok! Namanya aja jatuh cinta. Jatuh itu sakit. Tapi ena kan...

Ada senang, ada sedih. Itu udah sepasang. Kamu tau kamu sedang senang karena kamu sudah merasakan gimana rasanya sedih. Sudahlah, semua akan berlalu. Jangan kapok. Bahagiakan dirimu sendiri, buka peluang buat dirimu sendiri.

Kenalan sama orang baru. Pake tinder kek. Jujur saja, aku beberapa kali kenalan via Tinder malah berujung jadi temen akrab, atau malah rekan kerja. Nggak melulu kenalan sama orang baru itu pasti PDKT jadi yank-yank an.

Jalani saja, hidup ini indah.

===
Begitulah kawan-kawan, tips lekas move on dari saya. Semoga kalian yang masih sedih bisa segera dihibur hatinya. Semoga kalian yang masih terbelenggu masa lalu, segeralah keluar dari sangkar.

Buat kamu yang masih "mencari" si mantan, kukasih tau ya: NGAPAIN. Dia udah nggak butuh kamu, ngapain kamu masih nyari dia? Kamu merasa kamu yang paling bisa ngerti dia, kamu yang paling tau dia. Terus kenapa? Dia nggak butuh kamu tuh. Kamu nggak kehilangan dia. Kamu nggak rugi! Kamu nggak kehilangan orang yang sayang sama kamu. Dia yang kehilangan orang yang sayang sama dia.

Lepasin say...

You deserve better!

You Might Also Like

2 comments

  1. Ngakak pas bagian jangan stalker pakai akun teman. Aku banget. Niat gk bakal stalker si dia, emang gk aku stalker pakai akunku, tp pakai akun atau hape teman tetep. Wkwk. Duh mbk strong banget ya. Bisa nih dicoba. Makasih sharingnya mbk. Salam, muthihauradotcom

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... iya memang paling susah ya buat nggak stalking. Padahal kalau udah liat terus kesel sendiri

      Delete

Instagram